Sosial Media Punya Andil Terbesar Runtuhnya Perusahaan Media Catak di Bengkulu


Beberapa media konvensional, khususnya media cetak, runtuh perlahan lahan. Runtuhnya media cetak, dipengaruhi keberadaan media sosial. Melalui media berbagi tersebut, informasi sudah tidak lagi ekslusive. Setiap pemilik akun sosial media, memiliki akses cepat untuk mendapatkan informasi apa saja.

Diakui, jujur bahwa tidak ada tempat lagi bagi media cetak untuk 'berkuasa'. Opini publik yang beberapa tahun lalu, menjadi wilayah kekuasaan media cetak, sudah beralih ke media sosial. Facebook, Twitter dan beberapa saluran sosial media share lainnya, menjadi sangat dekat dan familiar semua pengguna.

Kini, banyak perusahaan media sudah mulai mengalihkan kanal informasinya ke media digital. Bahkan, beberapa perusahaan media cetak memanfaatkan satu portal berita, sebagai bentuk penghalihan saluran informasi. Lihat saja, tribunnews. Keberadaan portal berita tersebut mewadahi penyedia informasi konfensional, yang selama ini dilakukan oleh Kompas, Surya dan beberapa perusahaan media dibawah payung Kompas Group. 

Demikian juga di grioup Jawa Pos. Bebnerapa perushaan media besutan Dahlan Iskan tersebut, menjadi satu dalam saluran JPNN Group. JPPN.com, menjadi alternatif untuk melakukan komunikasi dengan para pembaca di beberapa perusahaan kelompok bisnis Jawa Pos. 

Di beberapa peruhaan media tengah, misalnya Memorandum, memilih untuk memindahkan saluran informasinya ke kanal Memo.co.id. Portal berita yang memiliki akses kuat terhadap berita berita kriminalitas tersebut, konsentrasi ke portal berita/ Brand Memo, masih memiliki kekuatan, khususnya di wilayah Indonesia timur.

 



memo.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

0817184942 - Suplier Bleaching Original di Sumatera Selatan

Pendaftaran Agen Umroh MMBC Tour & Travel di Kalimantan Utara

Firdausy Ahla Residence Bandung - 100% KPR Syariah di Bengkulu